Sabtu, 07 Januari 2012

UANG Rp1000 DAN Rp100.000

Uang Rp.1000 dan Rp 100.000 sama2 terbuat dari kertas, sama2 dicetak dan
diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia. Pada saat bersamaan mereka keluar
dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat. Empat bulan kemudian
mereka bertemu lagi secara tdk sengaja di dlm dompet seorang pemuda.
Kemudian di antara kedua uang tsb terjadilah percakapan, yg Rp.100.000
bertanya kpd yang Rp.1000, "Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan bau
amis...? "

Dijawablah oleh yg Rp. 1000, "Karena aku begitu keluar dari Bank langsung
berada di tangan orang2 bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual
ikan dan di tangan pengemis."

Lalu Rp.1000 bertanya balik kpd Rp.100.000, "Kenapa kamu kelihatan begitu
baru, rapi dan masih bersih? "

Dijawab oleh Rp. 100.000, "Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung
disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restauran mahal, di mall
dan jg hotel2 berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang
keluar dari dompet."

Lalu Rp.1000 bertanya lagi, "Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah? "

Dijawablah, "Belum pernah."

Rp.1000. pun berkata lagi, "Ketahuilah bahwa walaupun keadaanku sprt ini
adanya, setiap Jum'at aku selalu mampir di Mesjid2, dan di tangan anak2
yatim, bahkan aku selalu bersyukur kpd Tuhan. Aku tdk dipandang manusia
bukan karena sebuah nilai tapi karena manfaat..."

Akhirnya menangislah uang Rp.100.000 krn merasa besar, hebat, tinggi tapi
tdk begitu bermanfaat selama ini.

Jadi bukan seberapa besar penghasilan Anda, tapi seberapa bermanfaat
penghasilan Anda itu. Karena kekayaan bknlah untuk kesombongan. Semoga
kita termsk golongan orang2 yg slalu mensyukuri Anugerah dan memberi
manfaat untuk semesta alam serta dijauhkan dr sifat sombong.

Kenapa doa kita belum terkabul?

Mungkin banyak diantara kita yang terkadang mengeluh akan doa-doa kita yang tak kunjung terkabulkan, tapi yakinlah kawan bahwa doa seorang mukmin pasti akan dikabulkan oleh Allah, tetapi bagaimana, dalam bentuk apa, dan dengan cara apa doa itu dikabulkan adalah sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah. Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan tidak untuk memutuskan silaturahim, kecuali Allah pasti akan memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal: Allah akan mengabulkan doanya dengan segera, atau Allah akan menyimpan doanya (sebagai suatu pahala) di akhirat, atau Allah akan memalingkan dan menghindarkannya dari suatu keburukan yang sebanding dengan doanya itu.” (HR Ahmad, Al-Bazzar, dan Abu Ya’la dengan sanad jayyid. Diriwayatkan pula oleh Al-Hakim dan beliau berkata: sanadnya shahih. Demikian pula Adz-Dzahabi sependapat dengan beliau). (Sumber : http://menaraislam.com/content/view/157/41/).
Berikut ada sebuah kisah yang mungkin bisa memberikan sedikit gambaran kepada pembaca tentang sebuah doa.
 
Seseorang mengeluh pada pak ustad " Dimanakah keadilan Allah, telah lama aku meminta dan memohon pada-Nya namun tak pernah dikabulkan..aku shalat, puasa, bersedekah,berbuat kebajikan..akan tetapi tak satupun keinginanku dikabulkan....Padahal seorang teman, ibadahnya kacau, bicaranya menyinggung hati,akhlaknya buruk..tapi apa yang dimintanya terkabul dengan cepat. Oh
s...ungguh Allah tidak adil. "Pak ustad berkata," Pernahkah engkau didatangi pengamen?"."Pernah tentu.." Kata orang itu serius. "Bayangkan jika
pengamen itu berpenampilan seram, bertato,bertindik..nyanyiannya tak merdu memekakkan telinga, apa yang kau lakukan?". Orang itu menjawab," segera kuberi uang agar dia cepat berlalu dari hadapanku". "Lalu bgmn jika pengamen itu besuara merdu mendayu, menyanyi dengan sopan dan penampilannya rapi lagi wangi, apa yg kau lakukan?". "Kudengarkan dan kunikmati hingga akhir lagu lalu kuminta ia bernyanyi lagi sekali lagi dan tambah lagi..",kataorang itu sambil tertawa."Kalau begitu bisa saja Allah bersikap begitu pada kita para hambanya.Jika ada manusia yang berakhlak buruk dan dibenci-Nya berdoa dan memohon padaNya, Dia akan palingkan wajah-Nya & firmankan pd malaikat: 'Cepat berikan apa yang dia minta.Aku muak dengan pintanya!,kasihlah sebanyak-banyak mungkin atas kedzhaliman-nya" Tapi bila yang menengadahkan tangan adalah hamba yang sholeh yang rajin bersedekah,yang tidak munafik dalam meminta kepada-Nya,maka Allah berfirman pada malaikat-Nya: "Tunggu,Tunda dulu apa yang dipintanya,aku menyukai doa-doaNya,Aku menyukai tangis isaknya.Aku tak ingin dia menjauhdari-Ku setelah mendapat apa yg dipintanya.Aku ingin mendengar tangisnya karena Aku mencintainya..karena Aku mencintainya..karena Aku mencintainya..".